Asuransi kendaraan diyakini masih prospektif

07 Sep 2018, 09:42

Lini bisnis asuransi kendaraan masih jadi sumber bisnis andalan bagi sejumlah pemain asuransi umum. Potensi bisnis dari lini usaha ini dinilai masih punya ruang cukup besar untuk digali.

Bagi salah satu perusahaan asuransi yang ada di Indonesia, lini bisnis ini masih merupakan kontributor utama bagi bisnis perseroan. Direktur Utama perusahaan tersebut Christian Wanandi mengatakan hingga pertengahan tahun ini, lini bisnis tersebut masih menyumbang sekitar 40% dari premi yang didapat perusahaannya.

Sampai semester I-2018, perusahaan tersebut mengantongi total premi sebesar Rp 830 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp 332 miliar diantaranya disumbang dari lini asuransi kendaraan.

Menurut Christian, prospek bisnis dari lini usaha ini masih cukup luas untuk bisa lebih berkembang di tengah tahun kedua ini. Karena itu, ia menyebut ada sejumlah strategi yang bakal dilakukan perseroan.

Salah satunya adalah dengan memperluas saluran pemasaran. "Kami terus mencari peluang untuk memperbanyak kerjasama dengan mitra multifinance dan perbankan," kata dia bari-baru ini.

Lini bisnis asuransi kendaraan juga masih jadi salah satu penopang bisnis perusahaan tersebut. Dari total premi yang didapat sebesar Rp 675 miliar selama enam bulan pertama tahun ini, sekitar 40% diantaranya berasal dari bisnis tersebut.

Wakil Direktur Utama perusahaan tersebut Nicolaus Prawiro mengakui lini bisnis ini memang masih dihadapkan pada sejumlah tantangan di sisa tahun ini. Diantaranya karena pergerakan nilai tukar rupiah yang bisa mempengaruhi pasar kendaraan.

Meski begitu, ia masih menyimpan optimisme terhadap prospek lini usaha ini. Karena itu, penguatan kerja sama dengan para mitra pemasaran juga jadi salah satu cara yang disiapkan perseroan.

Sumber : keuangan.kontan.co.id/news/asuransi-kendaraan-diyakini-masih-prospektif