Menanggung Utang Debitur yang Sudah Meninggal? Pakai Cara Ini untuk Lunasinya

13 Apr 2018, 07:17

Tidak sedikit kasus-kasus yang mana sang debitur meninggal dunia, tapi utang atau pinjaman yang dimilikinya belum sempat lunas. Hal inilah yang kemudian memunculkan “warisan” berupa utang yang dialihkan kepada anggota keluarganya. Sudah menjadi kewajiban dari pihak keluarga untuk dapat menyelesaikan tanggungan utang tersebut hingga lunas.

Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, warisan dapat diartikan sebagai harta kekayaan yang di dalamnya meliputi aset dan utang. Jika seseorang meninggal dunia, seluruh aset berharganya, termasuk utang, akan jatuh ke ahli warisnya. Hal ini sudah tercantum dalam Pasal 833 KUHP.

Namun, terdapat penjelasan lainnya pada Pasal 1100 KUHP. Beban utang diberikan kepada ahli waris yang telah bersedia menerima warisan dengan penuh. Besaran utangnya sendiri akan disesuaikan dengan besarnya harta warisan yang diterima, di luar dari harta pribadi miliknya sendiri.

Tentunya peralihan utang ini akan menjadi beban berat. Terlebih jika kebutuhan Anda sendiri sudah terasa berat. Jika memang Anda sedang mengalami permasalahan tersebut, cara-cara di bawah ini dapat membantu untuk melunasi utang dari debitur yang sudah meninggal.

1. Pakai Asuransi Kredit

Cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan dana melalui asuransi kredit. Sebagai ahli waris yang menerima warisan utang, Anda dapat mencairkan dana yang berasal dari fasilitas asuransi kredit.

Asuransi kredit merupakan program perlindungan dari pihak bank yang diberikan untuk mengantisipasi jika nasabah meninggal dunia, tapi kreditnya masih berjalan. Biasanya asuransi kredit ini melakukan kerja sama dengan pihak asuransi sehingga Anda hanya perlu mendaftar dan membayar jumlah preminya saja setiap bulannya.

Untuk mencairkan dana asuransi ini sebenarnya sangat mudah, Anda hanya perlu melengkapi semua dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Mulai dari surat Keterangan Meninggal Dunia, Surat Keterangan Ahli Waris yang dibuat oleh desa/kelurahan, Surat Kuasa AhliWaris, fotokopi KTP Nasabah dan ahli waris, fotokopi KK debitur,fotokopi surat nikah, dan berkas klaim dari pihak bank.

Dalam mengajukan klaim, Anda juga perlu memerhatikan jangka waktu klaim. Hal ini dikarenakan terdapat batas waktu maksimal dalam mengajukan klaim. Jangka waktu tersebut tidak boleh melewati waktu 3-6 bulan setelah nasabah meninggal.

Namun, ketentuan seperti ini biasanya akan berbeda pada tiap-tiap bank ataupun lembaga keuangan. Karena itu, Anda dapat langsung berkonsultasi dengan pihak bank untuk mengetahui informasi terkait fasilitas kredit yang diberikan kepada nasabah.

Sebelum Anda mengajukan klaim, perhatikan terlebih dahulu apakah kondisi kredit sedang berjalan lancar atau tidak. Hal ini nantinya akan sangat berpengaruh. Perusahaan asuransi akan memberikan batasan klaim untuk asuransi nasabah yang tergolong lancar.

Jika nasabah masuk ke dalam kategori kredit yang tidak lancar atau di atas kolektibilitas, besar kemungkinan klaim akan ditolak. Cobalah periksa kembali sistem pembayaran yang dibayarkan setiap bulannya, apakah sudah dibayar selalu jatuh pada temponya atau tidak.

2. Ajukan Permintaan Keringanan atau Penghapusan Utang

Sistem asuransi kredit ini biasanya tidak berlaku pada setiap bank. Karena itu, cara lainnya yang dapat Anda lakukan adalah dengan meminta keringanan ataupun penghapusan utang.

Jika memang Anda merasa berat dengan utang yang diwariskan dan tidak mampu untuk melunasinya, tidak ada cara selain untuk mengajukan permohonan keringanan kepada pihak bank. Bentuk keringanan ini setidaknya dapat mengurangi jumlah angsuran setiap bulan ataupun memotong bunga kreditnya.

Tak hanya dapat mengajukan keringanan, Anda juga dapat mengajukan penghapusan utang kepada pihak bank yang bersangkutan. Cara ini memang cukup rumit dilakukan, bahkan kemungkinan untuk diterima sangat sedikit. Risiko lainnya mungkin saja Anda akan mendapatkan catatan yang buruk dalam Sistem Informasi Debitur. Karena itu, pikirkan kembali untuk mengajukan permohononan ini kepada pihak bank.

3. Diskusikan dengan Pihak Keluarga Lainnya

Memiliki warisan utang tentu terkadang akan terasa memberatkan. Terlebih jika kondisi keuangan sedang tidak baik. Untuk itulah, pentingnya melakukan diskusi dengan anggota keluarga lainnya untuk mendapatkan solusi terbaik guna melunasi warisan utang-utang yang ada. Dengan begitu, semua utang yang ada terlunasi tanpa memberatkan kondisi keuangan.(ris)

Sumber : economy.okezone.com/read/2018/03/12/320/1871259/menanggung-utang-debitur-yang-sudah-meninggal-pakai-cara-ini-untuk-lunasinya