Pasangan Berhenti Bekerja, Apa yang Anda Lakukan?

02 Nov 2017, 20:00

Bagi Anda yang telah menikah serta sama-sama bekerja dan memiliki penghasilan masing-masing bersama pasangan, mungkin telah terbiasa menjalankan sejumlah rencana di dalam keuangan secara bersama. Pendapatan rumah tangga yang cukup besar, tentu akan memungkinkan Anda bersama pasangan untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga dengan sangat baik, termasuk sejumlah hal penting di dalam keuangan rumah tangga.

Namun saat pasangan berhenti bekerja, kondisi keuangan tentu akan berubah. Sejumlah penghasilan rumah tangga akan hilang, sementara berbagai kebutuhan rutin di dalam rumah tangga itu sendiri akan bersifat tetap. Jika tidak disikapi dengan baik, hal seperti ini bisa saja menimbulkan masalah bagi rumah tangga Anda, terutama jika ternyata selama ini penghasilan pasangan lebih besar daripada penghasilan Anda.

Sangat penting untuk mengatasi masalah ini dengan sebaik mungkin, terutama jika ternyata Anda telah memiliki anak atau tanggungan lainnya di dalam rumah tangga. Anda dan pasangan membutuhkan penanganan khusus di dalam keuangan, agar semua kebutuhan rumah tangga tetap bisa diatasi dengan baik. Simak tujuh langkah cerdas berikut ini, yang bisa dilakukan di dalam keuangan saat pasangan berhenti bekerja.

1. Evaluasi Anggaran Bulanan

Anggaran bulanan rumah tangga Anda merupakan hal pertama yang wajib mendapatkan perhatian saat pasangan tidak lagi bekerja. Agar semua kebutuhan di dalam rumah tangga terpenuhi dengan baik, pastikan anggaran berjalan dengan lancar, di mana pemasukan dan juga pengeluaran berjalan dengan seimbang. Namun saat pasangan tidak lagi bekerja, akan ada sejumlah pengurangan pada pos pemasukan. Untuk itu, lakukan evaluasi anggaran dengan ketat, pangkaslah semua pos pengeluaran yang tidak begitu penting sehingga pendapatan yang telah berkurang ini akan mampu memenuhi semua kebutuhan rutin atau pokok rumah tangga dengan baik.

2. Koreksi Utang dan Cicilan

Sangat mungkin Anda memiliki sejumlah utang ataupun cicilan rutin bulanan di dalam keuangan (KPR, kendaraan, dan yang lainnya). Jika dulu hal ini bisa diatasi dengan baik, bisa jadi setelah pasangan berhenti bekerja, semua ini akan menjadi tersendat. Koreksi hutang dan cicilan Anda, lalu prioritaskan pelunasannya. Dalam kondisi seperti ini, mengalokasikan dana lainnya untuk pelunasan hutang bisa saja dipertimbangkan, misalnya: pesangon yang didapatkan pasangan, dana liburan.

3. Tingkatkan Dana Darurat

Jika pasangan mendapatkan sejumlah pesangon dari perusahaan, hindari untuk mengalokasikannya ke berbagai pos yang tidak penting. Prioritaskan untuk meningkatkan dana darurat Anda, sebab dana ini akan menjadi jaminan bagi keluarga, jika sewaktu-waktu mengalami krisis keuangan.

4. Lakukan Penghematan

Lakukan penghematan di dalam keuangan, sebab hal ini akan sangat berdampak baik bagi keuangan Anda secara keseluruhan. Kurangi berbagai kebiasaan yang bersifat konsumtif sehingga Anda bisa menyimpan lebih banyak uang untuk kebutuhan pokok setiap bulannya, misalnya: menonton bioskop, makan di restoran, ke kafe, membeli baju baru, dan yang lainnya.

5. Jangan Lupakan Investasi

Meski kehilangan sebagian pendapatan rumah tangga, Anda tetap harus menyisihkan sejumlah dana investasi di dalam keuangan Anda. Dana ini bersifat wajib, sebab akan menjadi dana masa tua nanti. Tetap lakukan investasi di dalam keuangan, yakni dengan melanjutkan rencana investasi yang selama ini telah Anda jalankan.

6. Cek Kembali Asuransi

Saat ini, Anda menjadi satu-satunya tulang punggung bagi keluarga, pastikan Anda memiliki perlindungan yang maksimal untuk itu. Cek kembali layanan asuransi yang digunakan, dan pastikan Anda memiliki jaminan maksimal yang memadai, mengingat Andalah yang menghasilkan uang di dalam rumah tangga. Jangan lupa untuk membeli asuransi, agar keluarga Anda memiliki jaminan keuangan, jika sewaktu-waktu mengalami risiko.

7. Cari Penghasilan Tambahan

Untuk mengatasi masalah keuangan yang mungkin terjadi, ada baiknya Anda dan pasangan mencari pendapatan tambahan. Hal ini bisa dilakukan dengan banyak cara, misalnya: kerja paruh waktu atau menjalankan bisnis kecil-kecilan.

Atasi dengan Langkah-Langkah yang Tepat

Saat pasangan berhenti bekerja, Anda mungkin akan panik dan takut menghadapi sejumlah masalah di dalam keuangan. Jangan ambil risiko di dalam keuangan rumah tangga Anda, segera lakukan langkah-langkah penanganan yang tepat sejak awal agar keuangan bisa tetap berjalan dengan baik dan lancar ke depannya.

Sumber : okezone.com