Premi Asuransi Pengangkutan Naik, Klaim Menurun

05 Jul 2018, 16:23

Bisnis asuransi pengangkutan melaju di awal 2018. Tren positif ini buah tumbuhnya ekonomi makro di dalam negeri.

Ekonomi yang membaik membuat permintaan dan pengiriman barang di tahun ini meningkat. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, per kuartal I-2018 lini bisnis asuransi pengangkutan membukukan premi Rp 1,17 triliun, meningkat 13,5% dari periode sama 2017 sebesar Rp 1,03 triliun.

Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe menyebut, pertumbuhan ini sejalan peningkatan aktivitas perekonomian serta kenaikan volume pengangkutan barang selama triwulan I-2018.

Pertumbuhan tertinggi terjadi di pengangkutan barang via kereta api mencapai 17,1% menjadi 11,3 juta ton. Di belakangnya ada pengangkutan barang lewat pesawat terbang yang naik 7,8% menjadi 89.000 ton. Sementara, pengangkutan barang menggunakan kapal laut naik 7,1% secara tahunan menjadi 8,5 juta ton.

Meski bisnis asuransi pengangkutan menunjukkan kinerja positif di awal tahun ini, perusahaan asuransi tetap selektif memilih bisnis untuk menekan risiko.

Ini tercermin dari rasio klaim dari lini usaha ini di kuartal I 2018 yang turun dari 21,2% menjadi 19,3%. Dody mengatakan, jumlah klaim pada lini usaha asuransi pengangkutan memang meningkat. Tapi kenaikannya jauh di bawah pertumbuhan premi.

Catatan saja, pertumbuhan nilai klaim hanya 2% menjadi Rp 226 miliar di periode Januari-Maret 2018. "Kenaikan jumlah klaim ini wajar karena sejalan dengan pertumbuhan portofolio bisnis yang didapat," kata Dody.

Di sisi yang lain, Dody menilai, industri terus melakukan bersih-bersih underwriting untuk menekan loss ratio. Termasuk yang dilakukan di lini usaha asuransi pengangkutan. Tujuannya agar menekan rasio klaim demi mendapat hasil underwriting lebih baik.

Sampai pengujung 2018, Dody memperkirakan, prospek lini usaha ini masih cerah. "Kami yakin pertumbuhan premi dari asuransi pengangkutan bisa tetap berada di kisaran dua digit sepanjang tahun," kata dia.

Salah satu Direktur perusahaan asuransi yang ada di Indonesia,  Dumasi MM Samosir menyebut, selama beberapa tahun ke belakang, lini bisnis ini menunjukan tren menggembirakan. Di tahun lalu, premi dari bisnis ini tumbuh 52% menjadi Rp 459 miliar.

Tahun ini menargetkan premi asuransi pengangkutan tumbuh dua digit.

Pasca Lebaran pembiayaan multifinance lesu

Kucuran pembiayaan sejumlah multifinance hingga lima bulan pertama di tahun ini makin deras. Kenaikan pembiayaan tersebut sejalan dengan pembelian kendaraan yang meningkat.

"Ada peningkatan cukup positif di dua minggu sebelum Lebaran karena permintaan kredit mobil baru meningkat," kata Harjanto. Hingga Mei 2018, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 11,3 triliun, naik 44,3% dibandingkan periode sama tahun 2017 sebesar Rp 7,8 triliun.

Selain momentum Lebaran, peningkatan pembiayaan juga berasal ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 pada April 2018. Total pembiayaan masih didominasi passanger car dengan porsi 69%, lalu commercial car 13%. Kemudian pembiayaan alat berat menyumbang 16% dan sisanya pembiayaan lain seperti motor besar. (Tendi Mahadi/Umi Kulsum)

Sumber : manado.tribunnews.com/2018/06/28/premi-asuransi-pengangkutan-naik-klaim-menurun?page=2