Underwriting asuransi kredit semakin selektif memilah potensi bisnis yang sehat

01 Aug 2018, 11:49

Bisnis asuransi kredit diperkirakan bakal meningkat seiring kenaikan suku bunga acuan. Namun di sisi lain, bisnis di lini usaha ini diperkirakan juga akan makin ketat dalam menyeleksi bisnisnya.

Pasalnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe mengatakan kenaikan bunga pinjaman biasanya diikuti oleh potensi meningkatnya kredit macet, sejalan dengan makin besarnya bunga yang harus dibayarkan debitur.

Di sisi lain, kredit macet juga bisa meningkatkan potensi pengajuan klaim kepada pemain asuransi kredit. Karena itu, upaya preventif menjadi salah satu strategi yang penting untuk diterapkan.

Tentunya pelaku usaha yang memasarkan asuransi kredit menurut dia, akan makin selektif untuk memilah potensi bisnis yang sehat. "Misalnya di segmen kredit konsumtif akan lebih ketat underwritingnya," katanya belum lama ini.

Terlebih, di periode awal tahun ini rasio klaim dari lini bisnis ini sedikit meningkat dari 58% di kuartal I-2017 menjadi 58,5% pada kuartal I-2018.

Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan klaim asuransi kredit yang mencapai 68% secara tahunan. Sampai bulan Maret 2018, pembayaran klaim di lini usaha ini mencapai Rp 857,8 miliar.

Di saat yang sama, premi yang dikantongi pelaku usaha naik 34,5% menjadi Rp 1,4 triliun.

Sumber : keuangan.kontan.co.id/news/underwriting-asuransi-kredit-semakin-selektif-memilah-potensi-bisnis-yang-sehat